SEBUAH BLOG SEDERHANA DARI SEORANG FAKIR YANG HAUS DENGAN ILMU, BERHARAP SALING BERSILATURAHMI SERAYA BERBAGI ILMU PENGETAHUAN YANG KITA MILIKI
Selasa, 22 Juli 2014
Senin, 21 Juli 2014
Minggu, 20 Juli 2014
Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB): 3268. TASAWUF : TAWAKKAL DALAM URUSAN RIZKY
Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB): 3268. TASAWUF : TAWAKKAL DALAM URUSAN RIZKY: PERTANYAAN : Ikhwan Nurudin Apa yg dimaksud dengan "SEBENAR-BENARNYA TAWAKKAL" pada hadist berikut ini? apa ada hadist l...
Sabtu, 19 Juli 2014
NASKAH CERITA ISLAMI NABI IBRAHIM AS
Dewan Juri yang terhormat, serta
teman-temanku yang berbahagia.
Pada kesempatan kali ini, izinkanlah saya
menyampaikan sebuah kisah yang berjudul :
Nabi Ibrahim, berhala dan Raja Namrud
Nabi
Ibrahim as adalah putra dari Azar, seorang tukang pembuat patung-patung yang
menjadi sesembahan mereka. Nabi Ibrahim dilahirkan di tengah masyarakat yang
penuh dengan kemusyrikan dan kekufuran, tetapi Nabi Ibrahim terpelihara dari
perbuatan kufur itu, bahkan Nabi Ibrahim menentangnya.
Sewaktu
Ibrahim beranjak besar, Nabi Ibrahim memberitahukan bertanya kepada orang
tuanya : “Wahai ibu bapakku, Siapakah yang menjadikan diri saya?” Orang tuanya
pun menjawab : “Kamilah yang menjadikanmu, karena engkau lahir ke dunia sebab
kami”. Lalu Nabi Ibrahim bertanya lagi : “Siapa pula yang menjadikan Ibu dan
Bapak?”, Orang tuanya pun menjawab : “Nenek dan kakekmu?”, Semakin ingin tahu,
Nabi Ibrahimpun bertanya “Lalu siapakah yang menjadikan orang yang pertama yang
ada di bumi ini?”, Karena tak tahu, orang tuanya tak dapat menjawabnya. Nabi
Ibrahimpun terus mencari tahu, siapakah sebenarnya yang menjadikan alam semesta
ini, tetapi tak ada seorangpun yang dapat menjawabnya, sehingga Nabi Ibrahim
terus memikirkannya.
Ketika
hari telah malam, Nabi Ibrahim melihat bintang, Ia pun bertanya “Inikah tuhanku
??, tetapi ketika Bintang Terbenam, Ia pun berkata “Aku tidak akan bertuhan
kepada sesuatu yang terbenam”.
Setelah
itu, Ibrahim melihat bulan purnama yang memancarkan cahaya gilang-gemilang. Ia
pun bertanya “Inikah tuhanku??, tetapi ketika bulan itu lenyap, lenyap pula
anggapannya untuk bertuhan kepada bulan.
Ketika
siang hari, Nabi Ibrahim melihat Matahari yang besar dan cahayanya sangat
terang, Ia pun berkata “O….. inilah tuhanku yang sebenarnya, inilah yang paling
besar”. Tatapi setelah matahari kembali terbenam, Ia pun berkata “Hai kaumku,
aku tak akan bertuhan kepada bintang, bulan, maupun matahari, aku hanya akan
bertuhan kepada Dzat yang menciptakan langit, bumi, seisinya dan aku tidak Akan
mempersekutukannya”
Setelah
Nabi Ibrahim diangkat oleh Allah SWT sebagai nabi dan rasul, beliau berdakwah
menyiarkan agama tauhid. Nabi Ibrahim berani menentang kepercayaan Raja Namrud
dan kaumnya. Suatu ketika Nabi Ibrahim mendatangi tempat pemujaan yang disebut
rumah berhala. Nabi Ibrahim merusak berhala – berhala itu, tetapi berhala yang
paling besar tidak dirusaknya, bahkan di kalungkan kampak. Setelah Raja Namrud
mengetahui peristiwa pengrusakan rumah berhala, Raja Namrud menyrud pasukannya
untuk menangkap Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim pun didakwa sebagai pelakunya,
tetapi dengan pintarnya Nabi Ibrahim berkata bahwa berhala besarlah yang telah
merusak berhala-berhala kecil, buktinya
berhala besar terlihat memegang kampak. Raja Namrud pun menjadi merah padam, dia
sangat marah mendengar perkataan Nabi Ibrahim, dengan geramnya Raja Namrud
berkata: “Tidak mungkin berhala besar yang telah merusaknya, karena berhala
tidak dapat bergerak dan berbuat sesuatu”. Kemudian dengan tersenyum simpul
Nabi Ibrahim berkata : “Heee… Raja Namrud, jika kau tahu berhala tidak dapat
berbuat sesuatu, mengapa engkau menyembahnya????”. Raja Namrud pun merasa malu
dengan perkataan Nabi Ibrahim, Ia pun murka dan menyuruh pasukannya untuk
membakar Nabi Ibrahim. Terjadilah upacara pembakaran Nabi Ibrahim yang
disaksikan oleh Raja Namrud dan kaumnya.
Apa yang terjadi kemudian ??? Apakah Nabi Ibrahim Mati Kepanasan ???
Tatkala
Nabi Ibrahim dimasukan ke dalam api yang berkobar-kobar, Allah berfrman “,
Hai
api, jadilah dingin dan menjadi kesalamatan atas Ibrahim”.
Api
berkobar-kobar yang secara akal sehat akan membakar tubuh Nabi Ibrahim, atas
kekuasaan Allah, api itu terasa dingin, dan Nabi Ibrahim pun masih hidup tak
tergores sedikitpun oleh kobaran api.
Sejak
peristiwa itu, banyak orang yang percaya atas kerasulan Nabi Ibrahim AS. Mereka
beriman dan menyembah Allah SWT, dan meninggalkan kebiasaan lama yaitu
menyembah berhala.
Demikian
yang dapat saya sampaikan, semoga keimanan kita selalu terjaga oleh Allah SWT.
Amiin Yaa Rabbal Aalamiin. Mohon maaf atas segala kekurangannya, terima kasih
atas segala kekurangannya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jumat, 18 Juli 2014
Kamis, 17 Juli 2014
PIDATO KITA "kejujuran"
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Salam
silturrahmi dan sejahtera untuk kita semua.
Kepada
Yth. Bapak/Ibu Guru, dewan juri serta teman-temaku yang berbahagia.
Pada
kesempatan kali ini, perkenankanlah saya untuk menyampaikan sedikit uraian
tentang kejujuran.
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Saat
ini bukan hanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia tetapi krisis kejujuran.
Kejujuran sudah sangat mahal harganya sehingga sudah jarang sekali kita
menemukan orang yang jujur di sekitar kita. Terkadang, demi sesuatu
yang kita inginkan, kita mencari jalan pintas untuk dengan cara berbohong. Diri
kita sendiri misalnya, demi mencapai nilai yang bagus, kadang kita memberanikan
diri mencontek, atau melakukan cara apa
saja yang dapat meluluskan kita, padahal kita tahu cara yang kita lakukan
merupakan suatu ketidakjujuran.
Kejujuran, sama halnya kebenaran,
sering kali terdesak oleh kuatnya ambisi kekuasaan dan pengaruh duniawi, namun kita
harus yakini, bahwa kejujuran dan kebenaran itu tidak akan pernah dapat
dimusnahkan dan pada akhirnya pasti akan menang.
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Sebagai suatu tauladan bagi kita untuk berperilaku jujur. Ada sebuah cerita
di zaman Kholifah Umar bin Khotob, ada seorang anak pengembala domba yang
terkenal akan jujurannya, sang kholifah penasaran untuk mengetes kejujuran sang
anak itu, lalu datanglah sang kholifah kepada anak tersebut dan bertanya, “Wahai
anak kacil bolehkah aku beli 1 saja dari domba-dombamu dengan harga 3 kali
lipat? Anak itu menjawab “maaf tuan, ini bukan domba-domba saya, saya disini
hanya mengembala domba milik majikan saya”. Lalu Kholifah umar kembali bertanya
: Bukankah domba gembalamu jumlahnya banyak ? jika kubeli satu saja majikanmu
tidak akan tahu atau engkau katakan kalau dombamu mati dimakan srigalal? Betul
sekali tuanku, majikanku tidak akan tahu, tapi Allah SWT pasti mengetahuinya
Jawab anak tersebut membuat sang kholifah kemudian menangis bahagia.
Subhanallah, cerita di atas adalah contoh di mana kejujuran harus dilakukan
di mana dan kepada siapapun. Karena sesungguhnya Allah SWT selalu mengetahui
apa yang dilakukan manusia. Maka dari itu kita harus berlaku jujur, Di sekolah,
di rumah, kepada yang orang tua, kepada guru, kepada teman dan juga kepada siapapun
yang kita jumpai.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada
kesempatan ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Sedikit coretan tentang hidup dari adinda yang kini telah tiada
Pusing…..mandeg
aah…
APA ITU HIDUP ? BAGAIMANA HIDUP ITU ?
Hidup ibarat
air,mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain.
Hiduppun bagai angin, berhembus, bergerak ke
segala arah; kadang tenang, kadang kencang, kadangpun ribut.
Hidup layaknya
jalanan,ada yang mulus seperti jalan tol, ada yang berkerikil, ada yang
berbatu, ada pula yang berbatu, terjal, curam, perlu berhati – hati dalam
melewatinya.
Langganan:
Postingan (Atom)





