Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Salam
silturrahmi dan sejahtera untuk kita semua.
Kepada
Yth. Bapak/Ibu Guru, dewan juri serta teman-temaku yang berbahagia.
Pada
kesempatan kali ini, perkenankanlah saya untuk menyampaikan sedikit uraian
tentang kejujuran.
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Saat
ini bukan hanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia tetapi krisis kejujuran.
Kejujuran sudah sangat mahal harganya sehingga sudah jarang sekali kita
menemukan orang yang jujur di sekitar kita. Terkadang, demi sesuatu
yang kita inginkan, kita mencari jalan pintas untuk dengan cara berbohong. Diri
kita sendiri misalnya, demi mencapai nilai yang bagus, kadang kita memberanikan
diri mencontek, atau melakukan cara apa
saja yang dapat meluluskan kita, padahal kita tahu cara yang kita lakukan
merupakan suatu ketidakjujuran.
Kejujuran, sama halnya kebenaran,
sering kali terdesak oleh kuatnya ambisi kekuasaan dan pengaruh duniawi, namun kita
harus yakini, bahwa kejujuran dan kebenaran itu tidak akan pernah dapat
dimusnahkan dan pada akhirnya pasti akan menang.
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Sebagai suatu tauladan bagi kita untuk berperilaku jujur. Ada sebuah cerita
di zaman Kholifah Umar bin Khotob, ada seorang anak pengembala domba yang
terkenal akan jujurannya, sang kholifah penasaran untuk mengetes kejujuran sang
anak itu, lalu datanglah sang kholifah kepada anak tersebut dan bertanya, “Wahai
anak kacil bolehkah aku beli 1 saja dari domba-dombamu dengan harga 3 kali
lipat? Anak itu menjawab “maaf tuan, ini bukan domba-domba saya, saya disini
hanya mengembala domba milik majikan saya”. Lalu Kholifah umar kembali bertanya
: Bukankah domba gembalamu jumlahnya banyak ? jika kubeli satu saja majikanmu
tidak akan tahu atau engkau katakan kalau dombamu mati dimakan srigalal? Betul
sekali tuanku, majikanku tidak akan tahu, tapi Allah SWT pasti mengetahuinya
Jawab anak tersebut membuat sang kholifah kemudian menangis bahagia.
Subhanallah, cerita di atas adalah contoh di mana kejujuran harus dilakukan
di mana dan kepada siapapun. Karena sesungguhnya Allah SWT selalu mengetahui
apa yang dilakukan manusia. Maka dari itu kita harus berlaku jujur, Di sekolah,
di rumah, kepada yang orang tua, kepada guru, kepada teman dan juga kepada siapapun
yang kita jumpai.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada
kesempatan ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar